



Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya ...... (Asy Syams ; 7-10)







Kenapa harus MUTIF ?
LKB-25 putih (gamis)
LKB-24 hitam &Maroon
LKB-23 Krem dan Coklat
LKB-23 coklat
LKB-22 putih
LKB-21 Nevi
LKB-21 abu muda
LKB-19
LKB-18
LKB-18
LKB-15 (Gamis)
LKB-06
Warna: marun dan coklat. Bahan kaos katun combed kombinasi batik katun. Corak dan warna batik beragam, bisa tidak sama dengan gambar. Ukuran: SS,S,M,L,XL.
Warna: abu-abu dan hijau abu. Bahan kaos katun combed kombinasi batik katun. Corak dan warna batik beragam, bisa tidak sama dengan gambar. Ukuran: XS,S,M,L,XL.

Tp dimata manusia ...........
Sedangkan yang maha kuasa tak pernah memandang rupa ataupun bentuk tubuh kita ......
Namun Dia hanya melihat pada hati & amal2 yg dilakukan hamba2nya......
Ukhti, kamu cantik sekali.......
Tapi cantik fisik tak akan pernah abadi......
Saat ini para pesolek bisa berbangga dengan kemolekan wajah ataupun bentuk tubuhnya.....
Namun beberapa saat nanti, saat wajah mulai keriput, rambutpun kusut dan berubah warna putih semua, tubuh tak lagi tegak, membungkuk termakan usia, tak ada lagi yg bisa dibanggakan .....
Lebih2 jika telah memasuki liang lahat, tentu tak akan ada manusia yg mau mendekat....
Ukhti, kamu cantik sekali....
Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa di bangga-banggakan??Sepantasnya kecantikan di syukuri dengan cara yg benar....
Mensyukuri kecantikan bukanlah cara memamerkan.....
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Tapi apa manfaat pujian dan kekaguman seseorang??
Adakah ia menambah pahala dari-Nya???
Adakah derajatmu akan meninggi di sisi ilahi setelah di puji??
Tak ada yg menjamin wahai ukhti.....
Mungkin malah sebaliknya, wajah cantik itu menjadikanmu tak punya harga di hadapan-Nya, karena kamu tak mampu memelihara sesuai ketentuan-Nya..
Ukhti, kamu cantik sekali..
Alangkah indahnya kecantikan fisik itu dipadu dgn kecantikan fisikmu..
Apalah arti cantik rupawan bila tak memiliki keimanan..
Apalah guna tubuh molek memikat jika tak ada rasa malu yg lekat.. Cantiknya dirimu dengan cahaya-Nya..
Cahaya yg bersinar dari hati benderang penuh keimanan..
Hati yg senantiasa taat patuh pada syariat..
Hati yg taqwa yg selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya..
Hati yg sederhana, yg tidak berlebihan dalam sgala urusan dunia..
Ukhti, kamu cantik sekali..
Maka tampillah cantik dihadapan penciptamu karena itu lebih berarti dari pada menampilkan kecantikanmu pada manusia yg bukan muhrimmu..
Tampillah cantik dihadapan suamimu karena itu adalah bagian dari amalmu..
Mengabdi kepada manusia yg kamu kasihi demi keridhoan illahi..
Tampillah cantik, cantik iman, cantik hati, cantik batin, karena itu lebih abadi..
"Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk fisikmu dan juga rupamu, akan tetapi Allah melihat kepada hatimu dan amal-amal mu"
wallahu a'lam bish shawab.
^___^
Bandung, in Memoriam, Renungan Inspirasi

Dia ingin berkenalan lebih jauh dengan anda. Tujuannya untuk menjajaki apakah hubungan suami isteri ygsuci dan dahsyat itu bisa dibangun bersama anda. Anda berdua sudah saling bertukar curriculum vitae, kawan-kawan dan kerabat sudah saling bertukar informasi kepada anda dan dia. Dia ingin bertemu dan mengajukan beberapa pertanyaan. Sebaliknya, dia juga siap membuka dirinya untuk ditanya-tanya oleh anda.
Berwudhu’-lah dulu, laksanakan shalat sunnat dua rakaat, mintalah Allah merengkuh anda dan mengendalikan lisan serta gerak-gerik anda. Ucapkanlah ta’awudz, dan bismillah dg jelas di hadapannya, lalu ajukan pertanyaan2 dibawah ini sambil menggantungkan diri anda hanya kepada Allah yg telah menciptakan anda dan dia.
1. Bagaimana anda pertama kali mengenal Allah? Tolong ceritakan sedetil mungkin.
2. Kapan pertama kali anda bertaubat yg sungguh sungguh? Kalau boleh tahu, kesalahan apakah yang anda mintakan ampun kpada Allah waktu itu? Pernahkah anda mengulangi kesalahan itu? Apa yg akan mungkin membuat anda terjerumus lagi pada kesalahan itu di masa mendatang? (jika dia menganggap itu aib yang anda tak perlu tahu, jangan sekali-kali anda mendesaknya untuk menjawab. Tunjukkan rasa hormat anda atas pilihannya untuk tidak menjawab).
3. Adakah kesalahan kepada Allah yang selalu anda lakukan dan sampai hari ini belum anda mintakan ampun kpada Allah? Kalau boleh tahu kesalahan apakah itu? (Begitu juga yang ini)
4. Seberapa sering anda ingkar kepada Allah terutama kalau sedang sendirian? Dalam bentuk apa keingkaran anda itu? (Begitu juga yang ini)
5. Tolong ceritakan bagaimana hubungan anda dengan Allah saat ini
6. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal mengikuti shalat fardhu berjamaah sesudah adzan berkumandang? Kenapa?
7. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal membaca Quran minimal 50 ayat per hari? Kenapa?
8. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal bangun shalat malam/ tahajjud?
9. Dalam seminggu terakhir, Berapa hari yg anda lewatkan tanpa bershodaqoh atau berinfaq untuk orang miskin dan sabilillah?
10. Tolong sebutkan 5 langkah pertama dan yang akan anda lakukan secara istiqomah untuk membangun rumah tangga yang taat kpada Allah dan Rasul-Nya? Kenapa anda memilih ke-5 langkah tersebut ? Bagaimana cara anda melaksanakannya?
11. Saya mau buka rahasia. Sebenarnya, saya sudah memiliki seorang laki-laki yang sangat saya cintai. Orangnya kalem, pintar, ganteng, dan sangat sopan. Hanya kepada dia saya memberikan cinta saya lebih dari kepada lelaki lain. Bersediakah anda mengizinkan saya melanjutkan cinta saya kepada lelaki ini, kalau anda suami saya? (Biarkan dia salah tingkah dulu. Mungkin juga dia akan menjawab secara emosional. Perhatikan mimic wajahnya, wajah seperti itulah yang akan anda lihat setiap kali kelak anda bertengkar dan mengingatkan dia dengan ayat Allah atau hadist Rasulullah. Setelah anda merekam mimic wajahnya, barulah anda katakana…)laki-laki itu bernama Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana caranya supaya saya semakin mencintai beliau, lebih dari saya mencintai suami saya?
12. Apa saja rencana anda dalam menghidupkan sunnah nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam dalam rumah tangga yang akan anda bangun? Bagaimana anda akan melaksanakannya?
13. Ada 3 hal yg insyaAllah akan selalu saya perbaiki dalam diri saya secara bersungguh2 sampai saya mati yaitu ibadah, ilmu dan ‘amal shalih saya. Apa saran anda untuk saya?
14. Tentang Ibu anda, ceritakan sebanyak mungkin hal penting yg menurut anda perlu saya ketahui tentang beliau?
15. Sejak anda dewasa, pernahkah anda membuat beliau sangat marah? Apa sebabnya? Apa yg anda lakukan setelah itu?
16. Dalam seminggu terakhir, berapa kali anda mencium tangan dan memeluknya dengan mesra? Kalau anda tinggal kota dengan beliau, berapa kali anda menelponnya dalam seminggu terakhir? Apa kata2 yang paling sering anda sampaikan ke beliau sebelum anda menutup telepon?
17. Jika Ibu anda melakukan kesalahan, apa yg anda lakukan utk mengingatkannya?
18. Menurut anda, adakah hal tertentu dari ibu anda- apakah itu perkataan maupun perbuatan- yang sangat mempengaruhi cara anda memperlakukan wanita, terutama kelak isteri anda? Apakah itu? 19. Jika kelak terjadi pertengkaran atau ketegangan antara Ibu dan isteri anda, apa yg akan anda lakukan? 20. Tentang Ayah anda, ceritakan hal2 penting yg menurut anda perlu saya ketahui ttg beliau?
21. Apa saja yg menurut anda bisa menghancurkan sebuah hubungan suami isteri? Apa rencana anda untuk menghindarinya?
22. Apa saja menurut anda bisa menggagalkan sebuah rumah tangga dalam menghasilkan anak2 yg shalih? Apa rencana anda utk menghindarinya?
23. Ttg mencari nafkah, kalau pendapatan ekonomi RT anda kurang memadai, jenis pekerjaan apa yg sebaiknya dilakukan oleh isteri anda utk membantu mencari nafkah?
24. Ta’adud ( menikahi lebih dari satu isteri) merupakan salah satu aturan Allah yg Maha sempurna, berikut syarat dan akibat2nya baik utk laki2 dan perempuan. Apa pandangan anda ttg ta’addud?
25. Bagaimana mati yg anda inginkan? Apa rencana2 anda utk itu?
Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala membuka segala sesuatu yang paling mendasar, untuk anda ketahui tentang dia, lewat pertanyaan-pertanyaan diatas. Tetapi ada satu hal kecil yang perlu anda lakukan sebelum anda bertemu dia. Pergilah kedepan cermin, pandangilah bayangan mata anda, lalu tanyakan satu persatu pertanyaan diatas tadi kepada diri anda sendiri, dan jawablah dengan jujur.
Bandung, Muhasabah diri, oase jiwa
saudariku.... jika engkau istri yang shalihah takkan kau biarkan sejumputpun barang haram masuk ketubuhmu, tubuh anak anakmu dan tubuh suami yang setiap malam berdekat lekat denganmu.
saudariku... jika engkau istri yang shalihah engkau takkan rela ada api menjilat kulitmu yang halus dan cantik kelak di neraka Allah, menjilat kulit anak anakmu yang lembut, dan menjilat kulit suamimu yang liat dan macho itu.
saudariku.... jika engkau istri yang shalihah, tentu berpuasa lebih baik bagimu daripada ngemil kerikil neraka.
Saudariku... jika engkau istri yang shalihah, jangna ijinkan suamimu tertuntut untuk mengais -ngais yang haram diantara sampah dunia.
saudariku.... jika engkau istri yang shalihah, engkau akan menyemangatinya dengan Allah, dan bukan dengan mengatakan :" kapan sih kamu bisa membahagiakan isteri !"
saudariku... jika engkau istri yang shalihah, yang akan kau katakan ketika suamimu berangkat adalah :" selamat berjuang suamiku tercinta, ya habiballah. segala kelelahanmu bekerja menjemput yang halal dari-Nya, akan dibalas Allah dengan pijatan lembut di syurga. disanalah kita menikmati setiap jerih payah. pergilah dengan ridha Allah dan pulanglah dengan barakah-Nya. kami dirumah lebih ridha berlapar lapar dengan perut dililit batu. kami Insya Allah kuat untuk itu. yang kami tidak mampu adalah didihan bara neraka, minuman panas membakar, buah zaqqum yang menggidikkan, darah, nanah, dan segala siksa yang tiada akhirnya....."
saudariku.... jika engkau istri yang shalihah, yang akan kau katakan ketia suamimu pulang adalah :" jujurlah pada Allah sayang.. cintaku.... darimana kau jemput ini semua ? dari syurgakah , hingga kelak kita akan bersama menikmati yang lebih banyak disana ? jika tidak, kembalikanlah. sungguh rumah reyot kita terlalu berharga untuk dimasuki barang hina meski emas, perak dan berlian bentuknya....
"aku dan anak - anakmu memang menghajatkan rizqi Allah. tapi hanya yang halal. aku dan anak anakmu menghajatkan banyak kebutuhan. tetapi kami lebih mencintai keberkahan. Qarun telah terbenam, Fir'aun telah tenggelam. bumi dan langit tidak menangisi mereka. tetapi adalah harapan kita berdua, untuk menemui Rasulullah ditelaganya. kelak segala kehausan sirna jika kita diberi minum olehnya."
Bersemangatlah suamiku, cintaku..... untuk menjemput barakahnya. Doa kami bersamamu...
************
Bandung, in memoriam 1 tahun yang lalu
terimakasih ya Allah walau hanya 11 bulan kumendampingi almarhum suamiku
masih terasa lekat disini, dihati ini akan kelembutannya, ketawadhuannya, kesabarannya
cintanya, kasih sayang dan penghargaannya pada seorang istri yang baru belajar tuk menjadi sholehah
terimakasih mas tuk semua kenangan yang terindah
disampingmu tak pernah kurasakan sedikitpun kesedihan
karena berada disampingmu hanya manisnya iman kurasakan
DARI SEKIAN LELAKI yang berbahagia dengan pernikahan, mungkin nama Syuraih Al-Qadhi dapat kita masukkan sebagai salah satunya. Wajah lelaki itu merekahkan senyum ketika salah seorang sahabatnya , Sya’bi bertanya tentang kehidupan rumah tangganya.
Sejenak ia menerawang. Ia mencoba mengumpulkan potongan – potongan memori tentang kehidupan keluarganya. Sambil tersenyum Syuraih bertutur :” sejak dua puluh tahun yang lalu,” katanya,” aku tak pernah melihat istriku berbuat sesuatu yang membuatku marah. Mulai malam pertama yang aku lihat padanya hanyalah keindahan dan kecantikan belaka. Dan, itu berlangsung sampai sekarang. Dua puluh tahun !”
Syuraih kembali menuturkan bahwa pada malam pertama, ia berniat melaksanakan dua raka’at sebagai ungkapan syukur kepada Allah. Dengan diterangi sebuah lampu yang redup, Syuraih hanyut dalam kekhusyukan ibadah. Namun, betapa terkejutnya Syuraih ketika menoleh mengucapkan salam, dibelakangnya duduk seorang wanita. Dengan cahaya lampu yang remang remang itu, akhirnya syuraih mengenali kalau wanita itu adalah istrinya. Ternyata sang istri turut menjalankan shalat di belakangnya. Wanita itu mengulurkan tangannya. Senyumnya yang indah mengelegakan jiwa syuraih. Senyum itu tidak pernah pudar meski telah dua puluh tahun.
“Selamat datang, wahai abu Umayyah,” sapa sang istri.” Alhamdulillah , aku memuji dan memohon pertolongan-Nya. Semoga Shalawat serta salam tetap terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarganya,” wanita itu menghela nafas sejenak namun, pendar senyum itu tiada pudar. Dan, kembali melanjutkan tuturnya.
“Sungguh aku adalah perempuan asing bagimu. Aku sama sekali tidak tahu akhlakmu. Terangkanlah kepadaku apa2 yang kau senangi dan yang tidak kau senangi, apa yang kau senangi akan aku usahakan penuhi, dan yang tidak kau senangi aku akan berusaha menghindarinya. Aku yakin diantara kaummu pasti ada orang yang akan menikahkan wanitanya denganmu , begitupula dikaumku, ada laki laki yang sekufu denganku. Akan tetapi, apa yang telah di tetapkan Allah harus dilaksanakan.
“nah, aku telah menjadi milikmu. Lakukanlah seperti yang telah Diperintahkan Allah Subhanahu wa ta’ala. Aku mengucapkan ini dengan mohon ampun kepada Allah atasku dan untukmu.” Begitulah Syuraih menuturkan pernik kehidupan keluarganya kepada Sya’bi, sahabatnya.
***********
kita menemukan kisah inspiratif dari sepotong kenangan Syuraih Al-Qadhi dengan istrinya. Kehidupan suami istri adalah persyarikatan antara dua orang yang sebelumnya asing. Tidak pernah saling mengenal. Atau, kalau pun ada pengenalan, maka bisa dipastikan ia tiada utuh. Selalu saja ada bilik kosong yang belum kalian masuki dari kedirian kekasih kalian. Selalu saja ada lembar – lembar yang belum kalian baca tentang dirinya.
Akhirnya, kalian menemukan kenyataan bahwa ada pekerjaan yang tidak pernah berhenti dalam pernikahan. Pekerjaan itu adalah mengenali kekasih kalian secara utuh. Akan tetapi, bukankah pada saat menjelang pernikahan, biasanya telah dilangsungkan proses ta’aruf (perkenalan) ? memang, kadangkala demikian. Hanya saja proses ta’aruf yang terjadi sebelum menikah biasanya dilakukan relative singkat. Keadaan ini menyebabkan terbentuknya gambaran tentang pasangan hidup yang lebih dipengaruhi oleh harapan ideal kalian. Informasi yang dihimpun dari banyak pihak terkait dengan calon istri kalian, lebih banyak berkisar pada kebiasaan2 publiknya. Sementara itu, karakter dasar kepribadiannya belum sepenuhnya terungkap.
Proses ta’aruf sebelum pernikahan jelas sangat berbeda dengan proses ta’aruf setelah akad dilangsungkan. Yang pertama lebih banyak melihat ciri ciri yang menetramkan dan memantapkan pilihan. Belum ada orientasi yang lebih besar selain itu. Saat itu masih banyak pilihan untuk menentukan kehendak.
Sementara itu , ta’aruf setelah akad lebih berorientasi untuk memberikan perawatan terhadap cinta. Seseorang telah berhadapan dengan kenyataan. Ia tidak lagi dbuai oleh harapan yang membumbung.
Kekasih kalian adalah sebuah misteri yang harus dikuak. Cinta selalu menghajatkan pekerjaan kontinum, merawat dan menumbuhkan. Sebelum melakukan semua pekerjaan itu, ada satu proyek yang mendahuluinya, yaitu mengenali secara utuh pasangan kalian. Itulah sebabnya ta’aruf dalam pengertiannya yang luas dan tidak formal merupakan pekerjaan tiada henti. Begitulah yang terjadi dalam diri Rasulullah. Ketika beliau mendapati Aisyah sedang marah dan membanting piring, Rasulullah hanya berujar, “ ibumu sedang marah.”
Pengenalan yang utuh akan mendorong kalian untuk memberikan penerimaan yang utuh pula. Bahkan, lebih dari itu, pengenalan terhadap kekasih kalian pada dasarnya merupakan upaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi dirinya secara tepat. Setiap penggalan waktu yang dilalui bersama antara suami istri adalah proses panjang untuk saling ta’aruf. Ta’aruf yang berorientasi untuk memelihara cinta. Saat itu kalian tidak lagi memiliki pilihan kecuali mempertahankan cinta bagaimana pun keadaan kekasih kalian. Daya tahan kebersamaan itu akan semakin terjaga ketika kalian tiada sekedar menyesali kekurangan kekasih kalian, tetapi berusaha dengan sabar dan penuh kasih sayang untuk menumbuhkannya.
Disinilah kalian dapat menangkap semanga Ibnu Hajar Atsqolani ketika harus berhadapan dengan istrinya Uns Binti Abdul Karim. Wanita itu biasa saja, tapi Ibnu Hajar mampu menangkap potensi besarnya. Sang suami mengetahui bahwa istrinya sangat menyukai ilmu. Pengetahuan tentang istrinya itulah yang memberikan dorongan bagi Ibnu Hajar untuk mengajari istrinya ilmu hadits, sang istri akhirnya berkembang menguasai pelajaran itu.
kalian dapat menggunakan langkah pengamatan untuk mengenali tabiat dan kebiasaannya. kalian bisa menangkap obsesi dan harapannya melalui pikiran pikiran yang terlontarkan kepada kalian. kalian semestinya sanggup mengetahui sesuatu yang ia benci dan senangi dari diri kalian, melalui respon yang diberikan. Atau, kalian bisa membuka gerbang keterbukaan sebagaimana istri Syuraih Al-Qadhi dengan bertanya secara langsung.
Ta’aruf pasca menikah tidak sekedar mengenali diri istri kalian, tetapi memungkinkan untuk mengenali keluarganya, sahabat sahabatnya dan juga lingkungan yang membentuknya. Diatas hamparan cinta Illahi, kita ingin bermesraan sampai lama. Melampui batas batas usia. Menerabas semak semak penghalang. Dan , diusia pernikahan yang semakin senja , kita ingin melukis cakrawala sambil bercerita tentang sampan nelayan yang kita tumpangi, sanggup menembusi gelombang kehidupan. Bahkan, hamparan itu terus tergelar, membentang hingga negeri akherat. Disana kita masih melanjutkan cerita itu bersama kekasih kita. Semoga. Amin
***************************
Bandung, In Memoriam
ku coba tulis kembali kenangan setahun yang lalu
Biar tidak pudar ditelan waktu….
masih teringat jelas di benakku
Disaat pertanyaan itu ku ajukan padamu wahai mujahidku…
“mas, tolong kasih tau adek, apa saja yang mas senangi dan apa saja yang tidak mas senangi. Adek tau, diluar sana banyak muslimah yang lebih pantas mendampingi mas daripada adek. Tapi Allah telah menakdirkan ikatan ini, Bantu adek ya cinta tuk menjadi istri tercantik di hati mu ya habiballah…….

Pernikahan merupakan wadah penggodokan yang mencetak pribadi -pribadi berani. seroang pemuda yang dimasa lajang sangat individual, kemudian ijab qobul yang membuatnya secara sadar memikul tanggung jawab bersama. keberanian suci itu tercipta dari komitmen terhadap amanah dunia akhirat.
sehingga sulit mengakui kedewasaan seseorang bila dia tidak berani berumah tangga. sebab pernikahan merupakan medan pembuktian kekuatan kepribadian. sebagaimana pernikahan pula yang menghadirkan loncatan keberanian suatu keputusan besar tentang memikul tanggung jawab, sikap koreksi diri, siap menerima resiko, dan pikiran untuk maju. nah, disinilah kematangan seseorang di tempa !
menjelang sampai kegerbang pernikahan beragam macam ketakutan menghantui. seolah olah ijab qabul merupakan pintumenuju jurang derita. tetapi satu satunya cara menghindari takut hanyalah dengan gagah perkasa menghadapi masalah. gigih berusaha menggapai yang terbaik dan selalu siap mental menerima resiko terburuk.
Loncatan keberanian sering melahirkan keajaiban demi keajaiban. hati yang lemah berubah gagah karena sang pemuja nan jelita senantiasa bangga dengan pengorbanan cinta sang arjuna. nyali tak pernah lagi ciut, sebab semangat terus dipompa oleh kebahagiaan di mahligai cinta.
Keberanian ajaib yang merupakan saripati kesadaran dan keikhlasan mendalam. cinta bukanlah menempuh jalan bertabur bunga, melainkan pematang yang penuh onak duri. berikutnya, cinta sejati yang menciptakan ledakan energi, yang lemah menjadi kuat, yang kurang terasa cukup dan yang biasa tampak istimewa.
Sesuai jaminan Allah , pernikahan suci membuat dua hamba menjadi kaya raya. kekayaan harta gampang dicaria. syaratnya cuma satu, yaitu kerja keras. lebih dari itu, kekayaan batinlah yang melimpah ruah dari sepasang insan yang saling mencintai karena Allah. itulah kekayaan yang tiada tergantikan oleh harta bergudang gudang. kekayaan abadi yang menyulap kegetiran sebagai ladang pahala yang membahagiakan sehingga suami sangat gembira sangat gembira saat bekerja keras memeras keringat. bahkan mengerjakan hal hal yang dipandang rendah dimata orang yang kurang bijak. pekerjaan remeh yang dulu ia malu melaksanakannya. sekarang malah mendatangkan kebanggaan karena hasilnya dinikmati dan disyukuri oleh keluarga tercinta.
Dahulunya ia tergolong lelaki pemalu, takut tantangan , dan kurang percaya diri. pernikahanlah yang membuatnya cinta tantangan, membuang malu yang tidak perlu, dan menikmati setiap ketegangan. sebab, lari dari masalah hanya menambah perih beban jiwa. ibarat jatuh tertimpa tangga. rugi dua kali, kegagalan dan ketakutan.
Suami tidak gentar menghadapi benturan diluar. Dia menjadi pria tegar yang dengan kepala tegak menghadapi cobaan dan senyuman ikhlas disetiap kesulitan. Dia tangguh menanggung sakit mencekam dan segala marabahaya.
Mengapa bisa sekuat sekarang ? sebab sekembalinya kerumah ia mendapati kedamai surgawi. Separah apapun kondisi,semuanya akan pulih oleh keikhlasan cinta. Rumahku syurgaku !
Suami pemula yang melangkah pasti menenteng belanjaan plus aroma amis ikan. Tanpa risih ataupun malu. Dahulu ? jangankan berdesakan belanja dipasar tradisional, dapur saja nyaris tak dikenal. Kelemahan masa lalu itu bisa diubah, apalagi kini hidupnya sudah ada tujuan.
Pada jiwanya tiada ruang bagi takut, gentar, cemas, gelisah dan sebagainya. Keberanian membuat seseorang menikmati lautan luka karena hati telah penuh oleh kesejukan dari bidadari yang tulus mencinta
Sebagai laki laki, suami membutuhkan penghargaan ekstra. Terutama dari istri yang bangga memiliki dirinya sehingga apa yang ia perjuangkan selalu bermakna, tidak pernah sia sia.
Seberat apapun resiko tampak kecil dimata pecinta. Paling besar resiko hidup hanyalah kematian dan semua orang pasti akan mati ! hanya cara dan kondisinya yang berbeda beda. Wafat dalam jatuh bangun perjuangan lebih terhormat daripada menghembuskan napas terakhir tanpa cinta istri. Tiada lebih memalukan bagi pria selain mati sebagai pengecut.
Loncatan keberanian menyulap gadis manja menjadi ibu yang tegar dan cekatan. Berani menepis rasa risih yang tidak beralasan. Kecuali malu kepada Allah jika lalai menjaga amanah rumah tangga
Istri menjadi berani bahkan ingin berulang kali melahirkan. Padahal semasa gadis ia sering tergidik ngeri mendengar angka kematian ibu hamil yang melonjak. Betapa kusut benaknya saat belia jika berpikir betapa rumitnya penataan rumah tangga. Setelah menjalani dengan tulus, tantangan malahan membuatnya semakin berani. Sesudah memainkan peran sebagai istri, ia justru menyesali mengapa tidak lebih segera mengambil keputusan berani ini !
Keberanian yang menyulap istri setangguh srikandi besi. Keberanian yang muncul dari keyakinan bahwa tiada pengorbanan terbuang percuma. Tiada yang sia sia disisi-Nya. Semua demi cinta bagi orang tercinta.
Keberanian tersebut kehadirannya tidak terdeteksi secara kasat mata, tetapi nyata. Efek positifnya bisa dirasakan dan enak dinikmati. Keberanian itu datang bukan secara bertahap /linear. Itulah keberanian hati (braveheart) yang meloncat bahkan meledak. Keberanian ajaib yang dianugerahkan Maha Pencinta bagi hamba-hamba-Nya.
Ternyata pernikahan bukan hanya perjanjian sehidup semati. Disana ada proses pembelajaran berkesinambungan. Materi materi kehidupan yang tiada pernah kering. Terutama dalam membina kepribadian unggulan.
Berani merupakan kosa kata dambaan sekaligus kebanggaan laki laki. Walaupun tidak sedikit pria telanjur menempuh cara keliru untuk merebut kata yang terkesan jantan tersebut. Pemberani yang mereka ekspresikan dengan wajah garang, tubuh seterek atau otot otot bertonjolan. Ada pula yang memilih hal-hal aneh dan berisiko besar. Lagi lagi demi menggondol kata Pemberani!
Akhirnya, rumah tanggalah yang mengajarkan keberanian dalam makna sejati. Keberanian itu menempa emosi yang stabil, kesabaran luar biasa menempuh gelombang kehidupan dan ketegaran yang tiada usai. Berani adalah mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan dan sebagainya. Tiada takut atau gentar saat mengemban tanggung jawab yang mulia.
INGIN BERANI ? MENIKAHLAH !
************
Bandung, in memoriam
Membina Syurga di mahligai cinta


Kebanyakan manusia kadang haus dengan kebanggaan diri. Berbagai cara ditempuh guna mengatrol pamor yang intinya tetap saja mengejar sanjungan. Betapa banyak diselenggarakan beragam jenis kontes untuk memilih yang utama. SAYANGNYA, kontes tentang wanita baru berkisar disekitar ADU PAHA MULUS, BODY SEKSI dan sejenisnya.
Sulit dipungkiri bahwa eksploitasi bodi berlangsung habis habisan. Peserta kompetisi badani ini, wanita (baca: manusia) yang merasa punya tampang proposional (tentu saja versi selera penyelenggara)
Persepsi yang ditanamkan bahwa lomba jasad merupakan ajang prestisius meraih penghargaan juga pengakuan atas kelebihan diri. Jangankan keluar sebagai pemenang, ikut serta saja mereka sudah merasa hebat sekali. Padahal dihadapan Allah, pertandingan kemolekan tubuh belum bernilai apa2. malahan islam menawarkan persaingan yang lebih menantang bagi kaum hawa. KONTES AKBAR ANTARA WANITA DUNIA DENGAN BIDADARI SYURGA !
Alqur’an menjelaskan kelebihan bidadari., keelokan paras mereka yang bersifat abadi, mata jeli, kulit bersih, dan rambutnya yang berkilau seperti burung nasar. Kebeningannya umpama mutiara didasar lautan yang tiada tersentuh tangan manusia. Penuh cinta, bergairah, mengasihi dan terus muda belia.
Lha ! secantik cantiknya wanita dunia hanya sanggup bertahan diusia muda. Kemudian tubuhnya akan semakin keropos seiring bertambah beban umur. Adilkah persaingan ini ? ketika bidadari memiliki segala kelebihan, sedangkan wanita tetap saja manusia yang serba kekurangan. Jangan jangan belum bertanding wanita sudah kalah duluan !
Ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Adil. Kontes ini tetap pantas digelar, dan wanita tidak perlu menyerah sebelum bertanding. Sebab islam tidak mengukur keutamaan pada rupa nan jelita. Lagipula, sebenarnya ada keindahan special yangmembuat wanita jauh lebih unggul sehingga bidadari pun terpaksa gigit jari !
Yang istimewa memang sering mengundang perhatian. Berhubung profil tentang bidadari sering diutarakan ayat, wajar bila muncul beragam pertanyaan. Suatu ketika Rasulullah diminta menjelaskan perihal bidadari syurga. Ummu Salamah bertanya :” Manakah yang lebih utama wanita didunia atau bidadari yang bermata jeli ?” Beliau menjawab :” “ Wanita Dunia lebih utama daripada bidadari bermata jeli. Seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tak tampak.”
Keheranan menjadi sempurna, bukankah bidadari sangat jelita .” kenapa wanita dunia bisa lebih utama ?”
Beliau menegaskan :”karena Shalat, puasa dan ibadah mereka kepada Allah sehingga Allah menganugerahkan cahaya pada wajah mereka.”
Kasih sayang Allah bagi perempuan tidak selalu berupa keelokan rupa. Lebih dari itu, keutamaan ibadah menciptakan pesona aura yang menggetarkan.kehadiran Allah bisa dirasakan dengan kehadiran dirinya. Pada cahaya taqwa yang memancar dari raut sucinya.
Rasulullah mengingatkan jangan pernah terjebak menilai pada yang tampak oleh kasat mata belaka. Ada kalanya keindahan hakiki justru belum terdeteksi oleh penglihatan lahiriah sehingga diperlukan ketajaman naluri dan kejernihan hati menangkapnya,.
Itulah pesona jiwa pada wanita yg gemar beribadah dan berakhlak sempurna, wajahnya berseri serta auranya yg menawan hati. Keserhanaan fisik menjadi istimewa karena sentuhan iman didada.
Rabi’ah jauh dari kesan seksi. Tubuhnya kurus kering. Tapi mengapa banyak pria terhormat mendamba cinta perempuan sufi yang ahli ibadah itu ? dan mereka harus kecewa karena Rabi’ah sudah cinta sempurna pada Maha Pecinta, Allah swt.
Lantas darimanakah datangnya pesona ketika kecemerlangan daya tarik fisik tidak melekat pada dirinya ? sungguh cahaya itu memancar dari kesucian hati.
Rabi’ah wanita sholehah yang gemar beribadah. Setiap desah napasnya adalah cinta pada Allah. Nah, ketika Allah telah meninggikan derajatnya, bagaimana mungkin manusia tidak tergila gila ? keagungan Illahi yang memoles wanita dunia lebih utama, jauh mengalahkan bidadari syurga makanya bidadari cemburu pada keberuntunganmu !
Khansa binti khuddam dari yaman berparas cantik tetapi sangat cinta ibadah dan setelah berpuasa empat puluh tahun tubuhnya menjadi kurus kering. Begitu pula bakhriyah meratap :” aku tinggalkan Engkau (Allah) ketika aku seperti buah kurma masak dan aku datang kepada Engkau ketika aku kurus kering. Terimalah sikurus ini demi kecantikan yang terdapat dalam dirinya, meskipun lapar telah membuatnya kering.
Salah satu dari tiga kunci kebahagiaan laki laki adalah istri sholehah. Cirri cirinya : jika dipandang bertambahlah rasa saying, jika berpergian hati merasa aman meninggalkannya bisa menjaga kehormatan diri dan harta. Istri yang mampu menghadirkan suasana damai surgawi dirumah tangga
Sebaliknya , istri juga yang menjadi biang kerok kesengsaraan suami. Istri yang bila dipandang menjengkelkan mesti parasnya elok rupawan. Dia tidak bisa menjaga lidahnya, sering membuat perasaan suami terluka. Jika berpergian membuat hati gelisah karena tidak bisa menjaga kehormatan diri. Secantik apapun wajahnya, hancur lebur digerogoti perangai tercela.
Keindahan fisik menghadirkan kelegaan ragawi, sayangnya kepuasan sejati sulit diperoleh dari hasrat jasmaniah. Sementara kecemerlangan hati menyuguhkan ketentraman dari jiwa ke jiwa. Keindahan agung yang memberi kepuasan sejati.
Wanita sholehah didunia akan menjadi bunga utama disyurga nanti. Kematangan iman menaikkan citranya dihadapan Allah, apalagi dimata Makhluk ciptaan-Nya. Saat ini, sebelum bertahta di syurga, wanita sholehah adalah bidadari didunia.
Anugerah terindah itu berupa perempuan sholehah yang menjadi pilihan jiwa. Kehadirannya didamba, dirindu dan di cintai oleh laki laki pilihan. Ternyata masih ada kelebihan lagi, wanita dunia bisa melahirkan generasi rabbani bagi suami dan umat. Sehingga seorang teman bercanda :” …yang jelas bidadari nggak akan punya anak… ntar penuh dunk surganya .. heu heu heu….”
Entah mengapa semakin tua umur zaman, wanita kian malu mengakui peran sebagai ibu rumah tangga.posisi mulia sebagai istri sholehah kian jauh dari tujuan mulia hidup. Kaum hawa menghabiskan semua hidupnya untuk menjadi bidadari dari SEGI RUPA.
Hanya wanita cerdas yg mengerti keutamaannya jauh melebihi bidadari syurga sekalipun. Menjadi istri sholehah kenikmatan yang menggiurkan pahalanya. Ibu rumah tangga profesi yang lebih mulia daripada pekerjaan lainnya.
Dengan segala keterbatasan fisik , wanita sholehah justru berpeluang besar menggapai posisi lebih utama. Segala aktivitas, bahkan hanya seulas senyuman atau sebuah elusan saying besar nilainya. Lantas mengapa tidak mensyukurinya ?
Keagungan wanita sholehah membuat bidadari syurga mengibarkan bendera putih. Atas ibadah mulianya sebagai ISTRI DAN IBU ; pengorbanan tulus ,perjuangan hidup mati, dan kesetiaan yang sempurna. Semuanya terbingkai indah dalam niat ibadah. Bagaimana pula bidadari syurga hendak menyainginya ?
Ukhtiku… inilah kontes yang sebenarnya . perlombaan yang tidak membutuhkan CATWALK TEMPAT BERLENGGAK LENGGOK GENIT. PANGGUNG AGUNGNYA adalah RUMAH TANGGA dengan segala kompleksitas tantangan. Kontes yang berada dalamkoridor FASTABIQUL KHAIRAT (berpacu dalam kebaikan). Sebab disini teruji kualitas diri, bukan pameran fisik yang kental aroma dosa atau FASTABIQUS SAYYI’AT (berpacu dalam kemaksiatan).
HANYA PRIBADI MULIA YANG BISA MEMENANGKAN POSISI MULIA DIHADAPAN ALLAH.
Sudah siapkah kita mengikuti kontes ini ?
Bandung, In memoriam
Membina syurga di mahligai cinta