Sabtu, Oktober 18, 2008

Memenangkan sebuah emosi

Jangan biarkan emosi mu kacau
tak ada yang lebih baik kecuali SABAR

Hari ini kondisi saya kurang stabil baik dari segi fisik yang lelah, jumlah progesteron yang naik sehingga lebih sensi dan saya berada dalam sebuah keadaan yang sangat tidak nyaman. Dan ketika saya merasakan emosi marah, saya semakin menyadari bahwa emosi marah merupakan energi negatif namun bisa dirubah menjadi energi positif bila kita berusaha merubahnya. Tentu saja hal itu sangatlah tidak mudah. Saya selalu ingat dengan perkataan sahabat saya :" ketika emosi itu artinya kita bereaksi berlebihan. kita mau menuruti kemarahan itu dengan memusingkan diri sendiri atau menyikapinya dengan tenang itu semua kembali pada sikap yang akan kita ambil" dan menurut saya, alangkah lebih baiknya bila kita mengetahui bagaimana mengatur hati untuk mengurangi kemarahan itu. Saya sadar, SAYA BELUMLAH MENJADI ORANG YANG TAK PERNAH MARAH DAN BUKAN BERARTI SAYA SELALU BERHASIL MENGHINDARI KEMARAHAN. Namun dengan tulisan ini saya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan mungkin menjadi selarik perenungan bika sekiranya ada yang bisa direnungkan.

Allah Swt berfirman :" Dan janganlah engkau berduka cita karena perkataan mereka. Sesungguhnya kekuatan itu bagi Allah semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Yunus (10);65)

Dari Abu Hurairah bahwasannya seorang laki - laki berkata kepada Rasulullah saw : " Berilah nasehat kepadaku ." Rasulullah bersabda :" Janganlah kamu marah lalu beliau mengulanginya :" Janganlah kamu marah."

Dalam manajemen qolbu oleh Aa Gym menyebutkan bahwa :" Ada orang yang lambat marahnya, lambat redanya dan lama bermusuhannya ini termasuk marah yang jelek. Ada juga orang yang cepat marah cepat pula redanya ini termasuk marah yang kurang bagus. ada juga orang yang cepat marah dan lambat redanya ini termasuk marah yang paling jelek. dan yang paling bagus adalah lambat marahnya dan cepat redanya. berbahagialah bagi orang yang punya kesadaran untuk menahan amarahnya, bukan tidak boleh marah tapi tahan sekuat - kuatnya. Kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat ramah, sopan kepada kita, makin banyak harapan kita kepada orang makin berpeluang kita untuk sakit hati. jadi kita tidak bisa memaksa orang lain bersikap seperti yang kita inginkan. yang harus kita usahakan, kita harus bisa menyikapi orang lain dengan sikap terbaik, apapun yang mereka lakukan.

Merubah energi emosi menjadi kekuatan positif memang tidak mudah dan saya rasa membutuhkan latihan untuk itu. seperti halnya ketika kita menyikapi masalah dalam hidup. Misal, ketika kita dewasa mungkin pernah terpikir dan bertanya :" kenapa dulu ketika kita masih kecil hanya karena boneka yang diambil teman, kita jadi marah padahal itu hanya sebuah boneka." mungkin beberapa dari kita mempunyai alibi bahwa " sifat anak - anak memang seperti itu." Nah itu berarti ketika kecil, kemampuan diri kita untuk mengubah energi yang muncul belum terlatih dan ketika kita dewasa, kita seringkali menemukan kejadian - kejadian yang seringkali membuat kita lebih bijak, lebih berpikir luas dan berusaha mengoptimalkan energi - energi positif baik dari energi positif itu sendiri maupun dari energi negatif yang muncul.

"ketika kita marah, bukanlah dilihat dari seberapa besar pemicu kemarahan kita, namun bagaimana kita mengolah dan mengembangkan potensi diri untuk memanfaatkan energi negatif tersebut."

Emosi itu berbagai macam bentuknya seperti luapan kebahagiaan, kecewa, benci, rindu, cemburu, marah dsb. Namun , istilah emosi seringkali diidentikkan dengan perasaan marah. Dulu, reaksi kita ketika marah mungkin pernah di ekspresikan dengan membanting sesuatu, memaki, memancing orang sekitar agar mereka tau bahwa dia marah baik itu dengan sikap atau ucapan yang terlontar. kita beranggapan bahwa dengan melakukan hal - hal seperti itu kita akan merasa puas menuruti hawa nafsu sebagai pelampiasan kemarahan. padahal, disaat yang sama setan berpesta pora untuk kekalahan kita dan setelah hal - hal negatif itu kita lakukan , kita akan rugi baik itu dari materi yang telah kita banting , reaksi orang yang menjadi korban kemarahan kita dan hilangnya satu kesempatan yang membuat diri kita lolos dari sebuah ujianNya.

Dalam sebuah Hadist Allah telah memerintahkan seorang malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah untuk memberitahu segala rahasianya baik yang disukai maupun yang dibencinya. hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan sebagai perisai kepada umat manusia. Maka malaikat itupun berjumpa Iblis dan berkata :" Hai Iblis ! bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasulullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. jikalau engkau berdusta walau satu perkataanpun. niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras. " Mendengar ucapan Malaikat yang dasyat itu, iblis sangat ketakutan, maka segeralah dia menghadap Rasulullah Saw. Dalam 20 pertanyaan tersebut Rasulullah bertanya dengan maksud :"Dengan jalan apa umatku dapat menolak tipu daya engkau ?" kemudian iblis menjawab " Jika dia berbuat dosa maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. apabila marah segeralah mengambil air wudhu, maka padamlah marahnya."

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golonga syaitan. ketahuilah , bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi (al-Mujadilah;19)

Selain hal - hal yang saya sebutkan diatas, mungkin kita juga pernah menyikapinya dengan lebih baik seperti istighfar, berwudhu, diam, tilawah, curhat pada Tuhan, menjauh dari kondisi yang tidak nyaman tersebut , berdebat dengan hati, berusaha mengalihkan perhatian pikiran dengan berbuat sesuatu atau memikirkan hal - hal yang sekiranya dapat menyurutkan emosi atau menyendiri untuk menenangkan diri.

Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra'd ; 28)

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-kitab (Alquran) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya dengan mengingat Allah (Sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat - ibadat yang lain) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (al-Ankabut ; 45)

Rasulullah SAW, bersabda :" Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya." (Hr.Bukhari)

Rasulullah bersabda :" Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam." (Hr. Bukhari dan Muslim)

Energi yang negatif menjadi positif dapat kita lihat pada seorang pelari yang telah mendengar rekannya diejek lawannya. tanpa disadari dia mengubah kemarahannya menjadi energi positif, yakni SEMANGAT YANG LEBIH untuk menenangkan pertandingan itu atau juga tentang seorang yang kecewa karena seseorang yang dicintainya menikah dengan orang lain, tanpa dia sadari dia mengubah energi yang negatif menjadi luapan hati yang begitu indah. bahkan, karyanya tetap terkenang meski raganya tertimbun tanah. Bila kalian menyukai puisi saya rasa kalian tau dengan KAHLIL GIBRAN. bila hari ini saya tidak merasakan emosi yang berlebihan mungkin tulisan ini tidak akan ada.

Rasulullah pernah berkata :" tiga hal diantara akhlak ahli syurga adalah memaafkan orang yang telah menganiayamu , memberi kepada orang yang mengharamkanmu, dan berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu."

Oleh karena itu saudara-saudaraku melalui tulisan ini ingin kusampaikan, mungkin saya pernah menyakiti hatimu dan kalian tidak membalasnya dan mungkin juga kalian pernah menyakiti hati saya karena saya pernah menyakiti hati kalian, namun dengan izin-Nya, saya berusaha memaafkan kalian. sungguh, saudara saudaraku , dosa dosaku kepada Tuhanku telah menghimpit kedua sisi tulang rusukku hingga menyesakkan dada.

Saudara - saudaraku jika kalian tidak sanggup mendoakan saya agar saya "ada" dihadapan-Nya maka ikhlaskanlah segala kesalahan - kesalahan saya , tolong jangan kalian tambahkan kehinaan pada diri saya dengan mengadukan kepada Allah bahwa saya telah menyakiti hatimu.

" Ya Allah anugerahkanlah kepada kami dua mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemunya air mata."

Semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya berbuat dan berbicara salah.

bandung, disudut hati yang selalu diliputi penyesalan dan rasa bersalah.....
maafin diri ku yaaaa...............................
atas lisan ini yang seringkali menyakiti kalian
atas sikap ini yang membuat kalian jengkel
sekarang kuminta dan kumohon.. maukah kalian menjadi temanku tanpa syarat ?



1 komentar:

iam mengatakan...

emosi?? ngapain? bikin cape ati, mbak..