Rabu, September 03, 2008

Ketaatan seorang istri kepada suami (sambungan/habis)


" lihatlah dirimu daripadanya karena Dia adalah SYURGA atau NERAKAMU."
(HR.Ahmad, Al-hakim dan Ath - thabrani)


saudariku muslimah.....
saya sampaikan kepada kalian kisah berikut, saya ingin kita berpikir dan merenungkan makna makna nya.
Ketika Asma' bin kharijah menikahkan putrinya, dia mendatanginya pada malam pengantin dan berkata kepadanya :
"wahai anakku, jika para wanita berhak mendidikmu maka (memang) harus mendidikmu, jadikanlah dirimu hamba sahaya bagi suamimu niscaya dia akan menjadi hamba bagimu, janganlah kamu terlalu dekat dengannya sebab hal itu membuatnya bosan kepadamu atau kamu yang bosan kepadanya. jangan kamu menjauh darinya karena hal itu memberatkanya. jadilah kamu dimata suamimu sebagaimana yang telah aku ucapkan kepada Ibumu. "jadilah engkau pemaaf bagiku niscaya langgeng kasih sayangku dan janganlah berbicara pada saat kemarahanku belum reda dan janganlah sekalipun engkau memukulku seperti memukul rebana sebab engkau tidak mengetahui bagaimana perpisahan sesungguhnya saya melihat kasih sayang dan kebencian dalam hati apabila keduanya berkumpul maka kasih sayang akan sirna.
disini patutu kita ketahui saudariku muslimah.... bahwa usaha kita dengan keseriusan dan kesungguhan dalam rangka mendapat ridha suami dan menampakkan kebahagiaan didalam hatinya adalah termasuk perkara yang didambakan suami dari pendamping hidupnya.
benar, sering terjadi perselisihan dan perbedaan antara diri kita dengan suami kita, kalau itu terjadi semestinya kita mengatasi perbedaan dan perselisihan itu dalam waktu yang tepat dan mencari cara yang paling singkat untuk menyelesaikannya dan menyudahinya.

saudariku...
benar, bisa jadi kebenaran berada dipihak kita dan kesalahan dipihak suami, akan tetapi dalam kondisi yang demikian kita harus memahami mungkin saja suami berbeda pandangan dengan pendapat kita dan mengira bahwa dialah yang benar dan bisa jadi memang dialah yang benar karena suatu hikmah yang kita tidak mengetahuinya dan mungkin juga dialah yang berada diatas kesalahan yang nyata baik dalam ucapan dan perbuatannya.
dalam situasi dan kondisi demikian cobalah menenangkan hatinya dan perasaannya yang tertekan terlebih dahulu, berusahalah untuk meringankan perkaranya, kemudian sesudah itu dengan tenggang waktu yang cukup sesudah dia merasa tentram jiwanya dan tenang pikirannya mulailah menjelaskan pendapat kita, dan sesungguhnya kita tidak menginginkan kebaikan kecuali kebaikan untuk diri kita dan diri suami kita. jelaskan kepadanya bahwa kita tidak ingin sama sekali menyelisihinya. bagaimana mungkin ? sedangkan dia adalah pendamping hidup kita yang senantiasa kita butuhkan, dialah imam bagi kita.
pada saat itu kita dapat mempengaruhi suami untuk melaksanakan kemauan kita. sesudah kita memberikan penjelasan kepadanya apa yang dia inginkan yaitu mendengar perkataannya dan melaksanakan perintahnya.
beginilah semestinya kita memikirkan bagaimana menjadikan suami berbahagia. sehingga dia juga menghiasi hidup kita dengan kebahagiaan dan ketentraman, akan tetapi hal itu tidak mungkin terwujud kecuali apabila kita menguasai seni menarik hatinya dan memikat kekagumannya.... (ups.. ini tidak memprovokator para istri lo... soale saya juga belum mencobanya kan belum nikah... hihihi)
Ada suatu berita unik yang dikisahkan untuk menjelaskan pengaruh usaha perbaikan sesudah tenangnya jiwa dan dinginnya pikiran yaitu hikayat bangsa arab yang ditulis oleh sejarah.... nyimak yuuuukkkkkk
diceritakan ada seorang amir yang dipanggil Abu hamzah. dia menikahi seorang wanita dengan harapan besar dia akan melahirkan seorang anak laki - laki , akan tetapi dia mendapati anaknya lahir perempuan. dan sebagaimana yang masyur dikalangan bangsa arab bahwa mereka membenci anak perempuan sampai - sampai salah satu dari mereka berbangga diri akan mengubur anak wanitanya hidup - hidup , dia berkata kepada orang yang dikarunia anak perempuan :" Allah mengamanahkan kalian dari rasa malu karenanya. dan cukuplah bagi kalian untuk menguburkannya serta kalian menjalin persaudaraan dengan kubur."
ketika abu hamzah tahu bahwa anaknya perempuan, dia langsung minggat dari rumah karena kemarahan yang besar hanya karena istrinya melahirkan anak perempuan dan bukannya laki - laki seperti yang dia inginkan. dia hanya pulang kerumahnya yang lain dan keistrinya yang lain, suatu hari dia lewat didepan rumah istrinya yang telah memberinya anak perempuan tersebut, tiba tiba dia melihat istrinya sedang bercanda dengan putrinya sambil mengucapkan bait bait syair :

" apa yang menjadikan abu hamzah tidak mendatangi kita
dia selalu berada dirumah yang berada disamping kita
marah karena kami tidak melahirkan anak laki - laki
padahal kita tidak memiliki kehendak sama sekali dalam perkara ini
kami hanya mengambil apa yang diberikan
dan kami ibarat bumi bagi penanamnya
kami tumbuhkan apa yang telah ditanam pada kami."

begitu abu hamzah mendengar bait - bait diatas dia langsung terpanggil oleh fitrah kasih sayang seorang ayah, lalu dia masuk kedalam rumah dan mencium istri dan anak perempuannya..... (subhanallah)

begitulah kecintaan, kasih sayang, kebahagiaan dan ketentraman kembali pulang kesarang suami istri, hanya dengan kalimat - kalimat yang ringan. dan kita juga bisa keluar dari pertentangan itu dimana suatu saat muncul pertentangan antara diri kita dengan suami, dan sungguh kita telah merasakan bahwa kita mampu untuk mengembalikan senyum suami dan ketenangan dalam hatinya. Insya Allah.

Saudariku muslimah......
mari kita renungkan kembali pesan seorang ibu kepada anaknya ketika akan menikah :
" wahai anakku .....
engkau akan berpisah dengan udara tempat kamu lahir , engkau akan meninggalkan hidup yang pernah engkau lalui, untuk menuju sangkar baru yang belum engkau kenal, teman yang belum akrab denganmu, ia akan menjadi raja dan pengawas atas dirimu, maka jadilah budaknya maka ia akan menjadi sahayamu yang penurut.
Wahai anakku....
jagalah sepuluh perkara untuk bekal hidupmu
yang pertama dan kedua, tunduklah kepadanya dengan qana'ah ikuti dan patuhilah dia
yang ketiga dan keempat, senangkan pandangan dan pendengarannya, jangan sampai ia melihatmu dalam keadaan tidak menarik, jangan sampai ia menghirup darimu selain bau yang harum
yang kelima dan keenam, jagalah waktu tidur dan makannya, karena lapar akan membangkitkan amarahnya dan kurang tidur akan menyalakan kemurkaannya
ketujuh dan kedelapan, jagalah kekayaannya dan awasi pekerja - pekerjanya dan anaknya. puncak kebaikan terhadap harta ialah mengatur nya dan kebaikan terhadap anaknya berarti mengasuhnya
yang kesembilan dan kesepuluh, jangan engkau bantah perintahnya dan jangan engkau bocorkan rahasianya. kalau engkau bantah perintahnya akan sesak dadanya, bila engkau bocorkan rahasianya engkau tidak akan selamat dari pembalasannya.

Saudariku.....
tidak ada sesuatu yang bisa aku sampaikan sebagai peringatan bagi kalian juga bagi diriku sendiri dalam masalah ketaatan kepada suami kecuali sabda Rasulullah :" DIA ADALAH SYURGA DAN NERAKAMU"

saudariku...
renungkanlah kalimat diatas, kita akan mendapatkan keutamaan taatnya istri kepada suami.
suami adalah syurga kita dengan ketaatan kita kepadanya, yakni sebab yang mengantarkan kita pada syurga.
Suami adalah Neraka kita dengan ketidak taatan kita kepadanya, yakni sebab yang mengantarkan kita kepada neraka.

Firman Allah :" ... Adapun wanita -wanita yang sholehah itu adalah wanita - wanita yang patuh (taat) dan memelihara kehormatan dirinya semasa ketiadaan suaminya sebagaimana Allah telah memelihara mereka .... ." (an-nissa' ; 34)

sesudah perjalanan panjang bersama empat sebab yang mengantarkan kepada syurga Allah, bukankah kita telah mendapatkan bahwa keempat sebab yang telah saya uraikan adalah hadiah istimewa dari Hadits hadits Nabi Muhammad saw kepada kita para muslimah.

saya memohon kepada Allah, mudah mudahan memberikan manfaat dari apa yang ada padanya didunia dan diakherat. amin

bandung......
disudut sisi ruang hati...... kuingin ridho itu selalu untukku......








2 komentar:

iam mengatakan...

tull..istri harus taat pada suami..salah satu ciri wanita sholehah..hihihi

ainul mardhiyah mengatakan...

halah... kok pake ketawa coment nya :p