Senin, Agustus 25, 2008

YA ALLAH.. KAPANKAH KAMI MENYEMPURNAKAN DIEN DIHADAPAN-MU



Hari ini saya menerima sebuah kartu undangan pernikahan teman saya. Di daerah seperti rumah saya, usia 19-27 tahun merupakan usia yang rata-rata berstatus NOT SINGLE. Namun saya tahu, dasar menikah bukanlah dilihat dari umur namun juga kesiapan lahir batin dari pasangan itu sendiri. Minggu kemarin (24 agustus 2004) , saya dan temen saya bertemu dengan sahabat kami, namanya Tini. Hari itu dia menemani keponakannya lilis. Allah selalu mempunyai jawaban atas pertanyaan saya dan Subhanallah, pertanyaan yang beberapa jam yang lalu terlontar dalam hati saya terjawab melalui perantara hambaNya. Dalam hati saya pernah bertanya, ”Ya Allah, aku tahu apa yang terlihat tak mungkin bagiku, sangatlah mungkin bagiMu. Namun, apakah seorang yang aku harap akan memilih dan meminangku meski aku belum mendapatkan job yang aku inginkan???”

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). (Ar Ra'd 39)

Gadis cantik, putih dengan hidung mancung itu tersenyum manis kepadaku. Usianya seperti masih belia. Dia lebih banyak bercerita daripada bertanya mengenalku. Aku yakin, Allah lah yang membuatnya terbuka denganku meski kami tidak terlalu akrab sebelumnya. Dan dari ceritanya aku mengambil banyak hikmah dan aku bersyukur dengan apa yang selama ini Allah berikan padaku. Setelah lulus SMP, tini tidak melanjutkan sekolahnya lantaran ada gangguan syaraf yang membuat kedua matanya kurang jelas melihat meski menggunakan kaca mata. Padahal, keluarganya bisa dibilang mampu dan berpendidikan. Memang sih, keterbatasan itu bisa disiasati dengan membeli buku dengan huruf braille, namun saya tahu tidak butuh biaya yang sedikit untuk itu. Dia bercerita betapa kalutnya dan penuh pertanyaan dalam hatinya pada Allah. Dia memiliki banyak impian yang ingin sekolah tinggi dengan cita-cita lainnya, namun mengapa keadaan seperti itu. Berjalan dengan waktu, akhirnya tini memahami dan ikhlas dengan keadaannya. Dia berusaha mengambil sisi positifnya, salah satunya mungkin karena dia harus menemani ibunya berjualan.

Di tahun 2007 kemaren adiknya menikah, dan mempunyai anak. Dalam hatinya pun bertanya lagi ”Ya Allah, apakah aku akan menikah? siapakah yang mau menikahiku? dan mengapa setelah dekat dengan beberapa orang, lama-lama aku jauh dengan mereka? dan kenapa orang-orang yang meminangku, aku kurang merasa mantap menerima mereka?.” Pada suatu hari, seorang kyiai ingin mencarikan jodoh untuk saudaranya, dan kebetulan yang dimintai tolong adalah tetangga tini. Jadi, rencananya mereka dikenalin aja dan bukannya dijodohin. Disuatu hari, si cowok yang juga nggak ngerti kalo mau dikenalin, di ajak ke tempat tini berjualan. Lama-lama mereka berdua saling jatuh cinta dan Insya Allah bulan nopember mereka akan menikah meski usia tini 6 tahun lebih tua daripada usia calon suaminya. Ceritanya kayak novel jadinya ….. hihihi

Sabda Rasulullah Saw, "Sangat menakjubkan urusan orang-orang Mukmin itu. Mereka menerima semua persoalan hidup sebagai kebaikan baginya. Apabila kegembiraan yang diterimanya ia akan bersyukur dan itu adalah kebaikan baginya. Dan apabila kepedihan yang diterimanya maka ia bersabar dan itupun merupakan kebaikan pula baginya."(HR. Muslim)

Seperti yang dikatakan oleh Nabi s.a. w., “Barangsiapa yang tetap bersabar, Allah akan membuatnya sabar. Tak ada karunia yang lebih baik daripada kesabaran.” (HR Bukhari)

Selain bercerita mengenai hal itu, tini pun memberi advise pada kami, advise yang hampir sama dengan yang aku terima dari orang lain, namun kali ini advise itu terasa dalam aja. Dia berkata ”emang benar ya ukhti , manusia cuma berencana dan Allah yang menentukan, namun kita juga harus usaha.” dan akupun membalas ”Iya tin, kalo emang jodoh juga nggak akan kemana, pasti akan ada jalannya. Dan, Insya Allah, kalau cinta pasti akan menerima apa adanya.”

Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Alam Nasyrah 8)

………….. Dan hanyalah kepada Allah lah dikembalikan segala urusan. (Al Anfaal 44)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Yunus 3)

............ Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (Al Baqarah 232)

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An'aam 59)

Saya ingat sepenggal percakapan maria dengan fahri waktu itu... ”Setiap orang memiliki jodohnya masing-masing.” Hidup, mati, jodoh dan rizki itu telah di tetapkan Allah. dan bila kita menikah dengan orang lain, itu bukan kita yang memilih, namun Allah yang memilihkan seseorang itu untuk kita. Semua telah ditentukan olehNya.

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu..." (Al-Hujurat: 13)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ( Ar Ruum 21)

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Q.s. Ali Imran: 103).

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (Al Fath 4)

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nur 32)

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. (Al Kautsar 1)

Hampir setiap orang pasti ingin menikah, namun ada beberapa alasan yang membuat mereka belum menikah. Mungkin karena belum menemukan yang dirasa tepat meski banyak pinangan yang datang, bisa karena belum mendapat restu keluarga, bisa karena kontrak kerja, karena ingin merasa ”mapan” lebih dulu, karena masih mengumpulkan biaya, karena belum siap lahir batin, karena ingin punya rumah dulu, karena ingin konsen dengan yang lebih prioritas, karena trauma dsb.... yang pasti mereka memiliki alasannya masing-masing.

Sekitar 4 tahun yang lalu, ada sahabat yang berkata pada saya, ”Kalo kamu ingin jodoh yang baik, maka kamu harus berubah jadi baik. Orang baik diciptakan untuk orang baik pula. Jadi, tak perlu mencari dan bertanya dimana pasangan hidupmu... dan seperti apa dia...”, ”Mengapa masih berlari, bukankah cinta itu sudah dekat. Letakkan tangan d dadamu sambil berucap ”Ya Allah... ajari aku untuk lebih mencintaiMu”

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (An Nuur 26)

Dalam hati saya pernah bertanya pula, mengapa kadang saya menemui istri atau suami yang shaleh namun pasangannya berbeda jauh. Namun akhirnya saya mengerti, bila ada suami /istri shaleh mendapat istri/suami yang durhaka, maka itu adalah ujian baginya. Semua pasti ada hikmahnya, mungkin Allah ingin menambah pahala seseorang itu dengan kesabaran, dan bila pasangannya menjadi sadar dengan ijin Allah melalui nasehat-nasehatnya, Insya Allah, pahalanya akan dibalas oleh Allah.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah ayat 216)

Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (Q.s. an-Nisa : 19).

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (At Taghaabun14)

Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan. (Al Kahfi 44)

............ .... Dan kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. (Al Furqaan 20)

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Al Anfaal28)

Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. (Al Hajj 60)

Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An Nahl 110)

Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.s. al-Baqarah: 186)

Wallahua'lam, semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya menulis, berbuat dan berbicara salah.

Tidak ada komentar: